Kini aku duduk dibangku SMP. Sekarang aku sudah remaja, sudah tidak anak kecil lagi. Dibangku SMP ini aku mengikuti ekstra Paduan Suara. Paduan suara menurutku adalah pengembangan bakatku. Didalam paduan suara ini aku dibimbing oleh Pak Pandu. Guruku sangatlah baik,ramah,dan tegas. Pak Pandu juga guru seni budaya aku disekolah. Saat itu ada lomba menyanyi tingkat kabupaten kudus. Lomba tersebut diselengarakan di SMP favorit di kota Kudus. Saat itu Guruku memilih aku untuk mengikuti lomba tersebut. Menurutku ini adalah pengalaman yang ke 3 kalinya aku mengikuti lomba, dan untuk ke 2 kalinya aku lomba ditingkat kabupaten. Kebetulan saat lomba akan dimulai aku sakit. Tenggorokanku rasanya sakit sekali, tapi aku berusaha untuk tetap latihan. Kalau aku sakit itu rasanya lemes banget bahkan sampai gak semangat. Sedih rasanya saat itu. Aku menyanyikan lagu " Symphony Raya Indonesia " senang rasanya, lirik lagu itu menandakan rasa cinta kepada tanah air. Lagu itu juga nadanya sangat tinggi, tingkat lagu yang paling sulit untukku. Lomba itu dimajukan beberapa bulan yang asalnya bulan Mei ke bulan Maret, kalau ngak salah aku agak lupa . Wah, rasanya ngedrop banget aku. Apalagi instrumen yang belum jadi.
"Surya, lombanya dimajukan. kamu harus banyak latihan ya" Ucap guruku.
"Dimajukan pak?". Aku kaget, kaget banget.
"Iya dimajukan bulan maret ini, siap ngak siap kita harus siap"
"Iya Pak, InshaAllah saya usahakan semampu saya"
***
Dan keesokan harinya aku latihan dengan Pak Pandu, sehabis pulang sekolah. Aku ngak tau rasanya tenggorokan aku tambah sakit, dan hari itu aku capek banget. Tapi aku usahain semampu aku. Hingga Pak Pandu tau kalau aku udah capek.
"Surya, kamu capek ya?. istirahat dulu aja ya dirumah, daripada nanti dipaksain"
Aku sedih banget, kesannya aku udah ngecewain guruku. dan aku minta maaf sama pak Pandu. dan aku akan membuktikan besok saat perlombaan aku tidak mengecewakan pak Pandu.
"Iya, Maaf ya pak. Tenggorokan aku lagi sakit. Tapi saya janji Pak, ngak akan ngecewain bapak pas lomba besok" dengan sedih dan rasa bersalah.
"Iya Surya. Oh ya... kamu pakai instrumen atau tidak? soalnya instrumennya belum jadi"
"Seadanya aja Pak, kalau ngak ada instrumennya juga ngak apa-apa. InshaAllah saya bisa kok pak"
"Ya sudah. Istirahat dirumah ya Surya, pokoknya besok kamu harus fit lagi"
" Iya Pak"
***
Inilah hari yang aku tunggu-tunggu. Lomba menyanyi tingkat kabupaten. Pengalaman yang ngak akan aku lupakan. Aku meminta do'a kedua orang tuaku yang selama ini banyak mendukung aku, yang selama ini menyemangati aku.
" Sudah siap Surya, jangan gerogi ya?" ucap pak pandu sambil tersenyum padaku.
" InshaAllah, Pak"
Aku pun menuju SMP favorit dikota Kudus itu. Aku melihat banyak siswa dan siswi yang mengikuti lomba itu. dan senengnya aku ketemu sama pelatih aku saat SD yaitu Pak Ponco dan Pak Jackson. sepertinya mereka tidak mengenal aku karena aku pakai krudung. tapi tidak dengan suaraku, aku yakin pak Ponco dan pak Jackson tau suaraku, anak didiknya dulu dalam vocal. Saat nomer urutku dipanggil, dengan ucapan "Bismillah" aku maju dengan percaya diri. Aku buang rasa ingin menang, yang aku cari itu adalah pengalamanku. Jurinya hebat-hebat, begitupun peserta-pesertanya hebat sekali. mungkin aku berada dibawah mereka, mereka mempunyai suara yang bagus sekali. Aku terinspirasi dari mereka. Akupun maju menyanyikan lagu "Symphony Raya Indonesia". Aku melihat pak ponco yang sedang duduk dibelakang. Pak ponco terlihat seperti ingin keluar, setelah mendengar suaraku ia kembali duduk. Saat aku menyanyi itu ingin aku tunjukkan "Pak ini aku Surya, anak didikmu" dalam hati aku berucap. Aku yakin pak Ponco tau suaraku. dan akhirnya pengumuman dimulai. Aku tidak mendapat juara. Ya aku fikir memang tidak. Siswa-siswi yang lain punya kemampuan yang luar biasa. Tapi aku senang, aku mendapat apresiasi dari Juri,dan mendapat tepukan tangan orang-orang, karena aku satu-satunya peserta yang tidak menggunakan isntrumen, dan aku tetap mempertahankan suaraku. Meskipun tidak ada bantuan instrumen. Alhamdulilah ya Allah, terimakasih atas anugerahMu, aku bisa seperti sekarang. Yang awalnya aku malu-malu, takut dengan panggung, lupa lirik. Kini menjadi seseorang yang mempunyai banyak pengalaman dan menjadi anak yang berprestasi. Terimakasih ya Allah. terimakasih juga buat guru-guru pendampingku saat menyanyi dan latihan vocal. Bu Ningsih,Bu Nita, Pak Ponco, Pak Jackson, dan Pak Pandu. Kalian tidak pernah terlupakan, kalianlah yang membuat saya menjadi anak yang tak pemalu dan percaya diri
TAMAT.
Karya
Catur Surya Waskitowati
0 komentar:
Posting Komentar