Symphony Hidupku Part 1

Kamis, 24 Juli 2014

 **LUPA LIRIK**


Aku adalah gadis polos, namaku catur surya waskitowati, aku biasa dipanggil Yuya, entah kenapa semua orang saat itu memanggilku Yuya, tapi tak apa panggilan yang cukup unik untuk gadis polos sepertiku. umurku 6 tahun tepatnya kelas 1 SD. Aku adalah gadis yang sangat pemalu, bahkan aku selalu diam,cuek, bahkan jarang sekali bergaul dengan teman-teman. Aku sosok gadis yang tak banyak bicara namun selalu membuktikan. Aku tak tau, aku bermimpi apa tadi malam. Aku pergi kesekolah dengan niatku belajar, hanya belajar dan belajar. Tiba-tiba guruku memanggilku,.
" Yuya? " Panggil bu guru. Aku dengan cekatan berjalan menuju guruku. " Iya bu ". dengan rasa cemas dihatiku, aku bertanya-tanya, sepertinya dari wajah guruku, menyimpan sejuta tanya. " Duduk disini, ibu akan menjelaskan padamu". Hahh aku langsung sangat cemas dan penasaran, aku takut sekali jika nilaiku turun, atau aku pernah berbuat yang tidak baik disekolah, aku fikir aku tidak pernah bolos dengan surat ijin "A" yaitu Alasan.
" iya bu, ada apa?"
" besok kamu ikut lomba menyanyi ya yuya?, kamu mau kan?". Lega rasanya guruku memberikan pertanyaan yang positif mengikuti lomba menyanyi. Jujur saja aku sangat takut dengan yang namanya panggung, entah kenapa panggung itu membuat aku merasa merinding dan menakutkan saat itu.
" Gimana ya bu?, aku harus minta ijin mama dulu". dengan polosnya aku berbicara seperti itu, sambil menggengam kedua tanganku,dan kepalaku menunduk seperti orang yang sedang dihukum.
" yuya, ibu sudah meminta ijin mama kamu, dan mama kamu mengijinkan, selama kamu masih dalam pengawasan guru-guru". Wahh hatiku sangat kacau, mama sudah mengijinkanku, aku merasa senang campur gelisah, senangnya karena mama mengijinkan dan gelisah karena adanya panggung. seseorang yang sedang lomba menyanyi ataupun menyanyi pasti ada panggungnya.
" Baiklah ibu " . Sebal dihatiku ini menjadi-jadi andai menyanyi tidak ada panggung, aku tak mungkin seperti ini, aku sangat menyukai menyanyi, tapi jika tidak ada panggung saat itu.
" Ini lirik lagunya, tolong dihafalkan ya Yuya, kamu boleh pulang sekarang". setelah aku melihat lirik lagunya, wahh aku sudah minder duluan, susah sekali lirik lagunya adalah lagu opick "bersujud kepada Allah".
" Baik bu, terimakasih, Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam "


***


Tiba dirumah, aku mengucapkan salam "Assalamualaikum ma". Dengan membawa kertas lirik lagu sepanjang jalan aku mencoba menghafal lirik lagu itu. " Waalaikumsalam. Wah sedang semangat menyanyi ya yuya?". mama dengan tersenyum padaku, hatiku merasa kesal karena mama setuju aja sama lomba menyanyi itu tanpa sepengetahuanku. " Ma, kok mama setuju sih sama lomba menyanyi itu? aku kan gak tau kalau ada lomba menyanyi?, mama juga tau kan aku itu gak suka sama yang namanya panggung?". Mama dengan tersenyum melihatku . " Yuya, mending kamu nyanyi dipanggung, mendapat apresiasi orang lain, dari pada kamu menyanyi dikamar mandi, suara kamu bagus Yuya mama tau kok" . Mama selalu memujiku, entah apa yang aku fikirkan kurasa suaraku tak sebagus penyanyi Adele atau taylor swift. " Suaraku itu biasa ma, biasa banget, aku pun malu kalau dipanggung" . " dicoba dulu sayang " ucap mama dengan mengelus kepalaku.


***

Aku menghafal lirik lagu itu. mungkin bagi orang yang sudah dewasa menghafalkan lirik lagu ini sangatlah mudah paling 10 menit hafal, aku membutuhkan waktu 10 jam. Sungguh lirik lagu ini begitu sulit kuhafal, bayangkan aku masih kelas 1 SD diberi lagu sesulit ini. hingga keesokan harinya aku berangkat kesekolah, dijam istirahat aku dipanggil guruku lagi . aku pun datang dengan cekatan " Iya ibu ". "kamu duet sama Caca ya?, soalnya ibu lihat disini syaratnya lebih dari satu, bisa duet dan vocal grup. Hahh aku sambil menghela nafas, akhirnya ada teman juga yang menemaniku dipanggung, dengan rasa sangat senang. " Iya ibu, saya tidak apa-apa kok". Kali ini aku pulang sore karena ada latihan menyanyi dengan Caca, karena besok sudah lomba. Padahal diriku belum hafal semua lirik lagunya. dengan dibimbing guruku aku dan Caca menyanyi. Aku berfikir ternyata suaraku tidak jelek-jelek sekali, sambil tersenyum dalam hati.


***


Keesokan harinya, aku kesekolah tidak menggunakan seragam melainkan menggunakan baju bebas. teman-teman melihatku aneh, ada salah satu temanku berkata padaku sebut saja Ria " Wahh... Yuya mau nyanyi nihh, pasti bagus. Semoga menang ya". Bagaimana bisa menang aku saja terkadang sering lupa lirik. " ya doakan saja ya Ria". Lomba dimulai, disinilah aku mulai nervous, melihat banyak segerombolan siswa-siswi SD yang mengikuti lomba ini. Caca merasakan hal yang sama sepertiku. Ini luar biasa, pengalamanku menyanyi didepan orang banyak dan juri. entah kenapa terfikir olehku juri seperti malaikat, malaikat pencabut nyawa, aku takut bila aku salah lirik aku dimarahi, dan ya begitulah fikiranku negatif thinking saat itu. Hingga tiba saatnya nomer urut aku dengan caca dipanggil, rasanya seperti antara hidup dan mati sepertinya aku terlalu lebay saat itu. dan yang kutakuti adalah lupa lirik. Aku dan caca lupa lirik. Wahh disorakin banyak orang bukan karena bagus tapi karena lupa lirik untung saja tidak melempar telur dan kertas. aku merasa lupa lirik karena aku melihat piala yang sangat besar, piala itu adalah piala yang pertama kali aku lihat dan ingin aku dapatkan. Sayangnya seribu kali sayang, aku lupa lirik dengan Caca. Bayangkan lagunya itu penuh makna dan susah. Saat lupa lirik itu aku dan Caca sangat malu, tapi juri berkomentar " Belajar lagi ya yuya dan caca, kalian masih kecil, masih banyak pengalaman yang bisa kalian dapatkan, suatu saat kalian bisa menjadi pemenang". Sempat down banget aku saat itu karena tak bisa membahagiakan mama, dan mengharumkan sekolah. tapi guruku memaklumi, sebab aku masih kelas 1 SD, ya mungkin belum terlalu ngerti. Dan dari situlah aku mulai tidak takut lagi dengan namanya panggung dan mulai mengasah bakatku menyanyi.




Bersambung....

Cerita selanjutnya di Part 2.
Stay Tune :)



Karya:
Catur Surya Waskitowati

0 komentar: