Ada 3 sahabat, mereka tinggal bersama disuatu asrama... pada saat itu
adalah kegiatan baru yaitu ospek dikampus mereka. mereka dari dulu
bersahabat mulai dari SMA, namanya adalah : Bobby,Tony,dan Putra.
Bobby adalah pengemar film horor dia mengoleksi banyak sekali film horor, mungkin ada 10 lebih dan tak terhingga.
" Bob, cerita film horor, yang baru lo lihat dong?" Ucap Tony
" Kalau cerita panjang banget lah... Kapan-kapan aja ya, aku lagi ngerjain tugas ospek nih" Jawab Bobby
" Gak biasanya lo ngak mau cerita biasanya cerita terus, lo takut ya sekarang sama film horor?"
" Gue takut?. Sorry deh gue gak takut . lo gak lihat tugas ospek gue sebanyak ini?" (dengan muka masam)
" Ahh elu, alasan aja..."
Tony pun bergegas kembali kekamarnya. Tiba-tiba Putra kekamarnya tony.
" Ton..." (sambil menepuk bahu Tony)
" Apa?"
"
Lu masih inget gak , dulu pas SMA kita dikerjain abis-abisan sama
Bobby, kita ditakut-takutin sama dia, gue akui gue gak begitu suka film
horor.. gue emang takut sama ceritanya yang super duper mengerikan".
" Terus?"
"
Terus ya dia itu gak berhenti-hentinya cerita horor sama gue, udah gue
bilang takut masih aja cerita, kuping gue panas banget dengerin
ceritanya, by the way ya, Bobby gak takut sama film horor"
" Terus?" (dengan wajah yang cuek)
" Gue pingin negerjain dia, dia gak takut sama film horor, tapi kalau horornya asli, pasti dia takut" (dengan tersenyum)
" Lo seriusan mau ngerjain dia?"
"
Ya seriuslah, Gue itu cuma pingin dia rasain apa yang kita rasain pas
SMA, gue tau dia ngak takut, tapi kalau memang ucapan dia bukan hanya
ood (omong-omong doang) harusnya ya dia ngak takut pas kita kerjain,
kebetulan juga kita kan 1 asrama ma dia, ngak ada salahnya juga nguji
dia, haha" (dengan tertawa)
" Gue sih dukung-dukung aja, gue ngikut aja".
Bobby yang sedang mengerjakan tugas ospeknya tampak sibuk, sedangkan Tony dan Putra mempersiapkan apa yang harus dipersiapkan.
" Tok...Tok..Tok" Bunyi ketukan pintu yang membuat kuping Bobby panas.
" Masuk aja, sapose?. Tony apa Putra?" (dengan bahasa alaynya)
Suara ketukan itu berbunyi lagi ... Bobby pun membuka pintu karena ia penasaran dengan suara itu
" Gak ada siapa-siapa, kok horor gini asramanya?." (dia berbicara sendiri, dan memulai menutup pintunya)
Bobby pun sms Tony dan Putra.
Bobby : Ehh Lu tadi kekamar gue gak?
Tony : Ngak lah orang gue ngerjain ospek. ngapain juga kekamar lu?
Bobby : Yaudah deh.
Bobby : Lu kekamar gue gak?
Putra: Gaklah, gue lagi sibuk buat ospek. knapa lu?
Bobby : kagak ngapa-ngapa kok.
Putra
dan Tony pun merasa senang atas kerjaannya. Lalu tony dan putra memulai
aksinya lagi dengan mengetuk pintu Bobby, saat itu Bobby mau tidur dan
mendengar suara ketukan lagi
" Apalah ini. Ngetuk pintu saja..." (dalam hati dia berucap)
Lalu Bobby pun keluar, tapi dia tidak masuk kamar lagi melainkan kekamarnya Putra
"Putraa?"
" Apa?"
" Lu lagi ngapain?. Gue tidur sini ya?"
" Kenapa lu?. kamar lu kebanjiran?" (dengan tertawa)
" Udahlah Gue tidur sini aja"
" Yaudah tapi lu tidur dibawah"
" sadis lu"
" lu udah gue kasih tempat juga"
" Iyaa deh"
Lalu putra sms Tony untuk tetap melanjutkan misinya.
Putra : Ton... ketuk pintu kamar gue... Bobby tidur dikamar gue
Tony : Wokkeh
Lalu suara ketukan itu muncul dikamar putra. Bobby pun merasa ketakutan
" Lu denger suara ketukan?"
" ketukan apa?"
" Pintu lahh"
" Ngak, kenapa sih lo kok jadi ketakutan gitu, gue aja gak denger sama sekali"
" Siapa yang takut?. Ehh gini-gini aku pencinta film horor"
" Hmm "
Lalu
ketukan itu semakin keras pukul 12 malam. dan akhirnya bobby mengaikui
ketakutannya pada putra. hingga akhirnya Tony ketauan oleh bobby.
" Ehh elu tony"
" Haha, sorry bro"
" maksut elu apa sih? ngerjain gue?"
" lu takut kan, akui aja. makanya jangan sok lu"
" ya aku akui, aku takut tapi dikit"
Putra pun menyaut
" Dikit apanya? lu aja sampai pindah ke kamar gue" (dengan menahan tawa)
" Maksutnya apa lu ngerjain gue kayak gini"
" Gue cuma pingin lu ngerasain apa yang gue dan Tony rasain saat SMA. lu ngerjain gue lebih dari ini"
" Ohh ya gue minta maaf bro. Gue emang terlalu sok jadi orang. maaf bro"
" Siapp bro, ngak apa-apa" (serempak tony dan putra)
" gue juga minta maaf, gue yang ngatur strategi ini" ucap putra
" ngak apa-apa sekarang gue sadar kok. makasih bro" (ucap bobby kepada putra)
Karya:
Catur Surya Waskitowati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar