Tha adalah anak dari orang yang sangat kaya, dia berparas
cantik,tinggi,dan cerdas disekolahnya, dia sekarang duduk dibangku kelas
2 SMA. Tha adalah anak yang baik meskipun dia anak orang kaya, dia
tidak pernah sombong dia mempunyai jiwa sosial yang sangat tinggi.
Hingga pada pagi hari dia berangkat sekolah dan berpamitan kepada ibunya
" Ibu tha berangkat ya?, " (mencium tangan ibunya)
" Tha gak makan dulu, Nak?"
" tidak bu, nanti disekolah aja, Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam "
Tha sudah sampai disekolah dan dia meletakan tasnya dan Jia adalah teman sebangkunya dia berparas manis,pendek,dan cerewet .
" Thaaa???"
" iyaa Ji, kenapa?"
"ada berita nihh, kamu mau dengar ngak?"
" Apa Ji ?"
"Nanti katanya ada murid baru lho, dia katanya sih pintar banget, tapi sayangnyaaa..." (dengan wajah yang misterius)
" sayangnya apa? "
" Dia tuna netra "
" Haa? emang iya ya, aku jadi gak sabar pengen ketemu orangnya kayak gimana " ( dengan wajah yang ceria)
" Kenapa? kamu mau nge-Bully dia?"
" Ehh (dengan mencubit pipi Jia), kamu tu ya pikirannya negatif terus, ngak gitu, aku kan bisa belajar banyak sama dia"
" Ohh iya ya Tha kan jiwa cocialnya tinggi " (dengan bahasa alaynya)
" Sosial Jia, bukan cocial, pagi-pagi udah ngalay" (dengan tersenyum)
Guru sudah masuk kelas, pelajaran kali ini adalah IPA
" Pagi anak-anak"
" pagi buu... " (Semua murid)
" Hari ini kita kedatangan anak baru , silahkan masuk Dis, perkenalkan nama kamu kepada teman-teman "
"
selamat pagi teman-teman, nama saya gladis kalian tinggal memanggil
saya Dis, saya berasal dari kampung, saya bersekolah disini karena saya
mendapat biayasiswa"
" Iya, sekarang kamu duduk dibangku sebelahnya Tha, Jia kamu bisa duduk dibangku natlie"
"Lha buu... saya kok dipindah" (saut Jia)
" ayoo Jia, silahkan sama natlie" (saut guru)
" Baiklah sekarang buka buku paket kalian halaman 11"
" Baikk buu...." (saut semua murid)
kringg!!...Kringg!! bell pulang sekolah pun berbunyi..
" Dis, kamu mau bareng aku ngak? " (ucap Tha)
" Ngak usah kok " (dengan tersenyum)
" rumahmu dimana, Dis?"
"aku disini sama tanteku, orang tua di kampung, rumahnya juga dekat dari sini"
" ngak ah, aku antar pulang ya?, kasian kamu "
" Kamu gak kerepotan?"
" ya enggaklah,"
Suatu hari Tha kerumah gladis, Tha ingin mengenal Gladis lebih dalam dan ingin belajar kelompok
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam, Tha, kamu kesini ada apa? (dengan ramah)
" pengen kerja kelompok aja sama kamu, kamu kan pintar banget makanya aku pingin belajar sama kamu, kamu gak sibuk kan?"
" Ngak kok, oh ya boleh"
Mereka belajar bersama disamping itu mereka bercerita tentang kehidupan mereka. mereka menukar pengalaman masing-masing.
" Dis, maaf aku mau tanya kamu tuna netra udah dari kapan?"
" udah dari aku kecil Tha "
" Ouwh gitu ya?, aku kebetulan juga buat belajar khusus buat anak-anak tuna netra"
" Wah, kamu hebat ya?"
"iya,
aku pingin kamu dijadikan contoh buat adek-adek yang ada di taman
belajar tuna netra, bahwa tuna netra itu juga bisa pintar kayak kamu"
" Amin, iya aku mau kok, kapan?"
" Gimana kalau besok, kan besok libur?"
" Okee ".
Tha
dan Gladis tiba ditempat taman belajar tuna netra. Gladis berbagi
pengalaman disana. Jia pun mengajari anak-anak tuna netra dengan senang
hati, mereka sama-sama bahagia. tapi tiba-tiba Tha merasa kesakitan
" Tha kamu kenapa? " Ucap jia
" Gak apa-apa kok, cuma pusing dikit aja, kamu lanjutin ya ngajarnya sama Gladis, aku mau kebelakang sebentar "
" Iya Tha" Ucap Jia
Tha mengusap hidungnya yang ada darahnya, Tha merasa sedih, ada apa dengan dirinya.
Keesokan
harinya saat berangkat sekolah, Tha tidak berangkat padahal Tha adalah
anak yang sangat rajin, Gladis dan Jia mencoba menjenguk kerumah Tha.
" Dis, Tha ga berangkat kenapa ya?"
" Dia kayaknya sakit, kita jenguk yuk Jia"
" Yukk "
Tiba dirumah Tha. Jia dan Gladis merasa kebingungan karena rumahnya sangat sepi
" Asslamualaikum " Ucap Jia
" Waalaikumsalam, ada apa jia?" Ucap pembantunya (Bik Minah)
" Bik, Tha nya sakit ya? sakit apa?, soalnya dia udah beberapa hari ngak berangkat."
Bik minah kebingungan menjawabnya, karena Tha menyuruh merahasiakan penyakitnya
" Nona Tha. sakit biasa kok, cuma demam saja"
" Demam?, dirumah sakit sekarang, Bik?"
" Tidak, tidak dirumah sakit, dia memang sedang kedokter sekarang"
" Oh iya bik, makasih atas infonya"
Suatu hari Gladis curiga karena sudah sekitar 1 bulan Tha tidak berangkat sekolah. Gladis bercerita pada Jia.
"Ji, kamu gak ngerasa aneh apa?"
"
aku merasa aneh dengan Tha. Sepertinya dia bukan sakit biasa, tapi
setiap temen-temen tanya sama guru, guru tidak mau menjawab"
"Kita cari tau aja sendiri"
"Kita kerumahnya Tha lagi aja"
Jia dan Gladis pergi kerumahnya tha, dan mereka bertemu ibunya tha.
" Assalamualaikum, bu" (serempak jia dan gladis)
"Waalaikumsalam, jia dan gladi"
"
Bu, Tha nya ada?, bu Tha kenapa ya? belakangan ini jarang masuk
sekolah. terakhir pas saya sama Gladis ngajar di taman tuna netra dia
ngeluh pusing gitu?, maaf kalau boleh tau kenapa bu?"
" Mari ikut ibu, ibu akan tunjukan kepada kalian"
Jia
dan Gladis ditujukan kerumah sakit, perasaan mereka pun merasa sangat
penasaran. Hingga mereka melihat Tha berbaring lemas di ICU, mereka
merasa sedih saat itu. Mereka menangis kehilangan teman sebaik Tha. Ibu
Tha bercerita tentang apa yang dialami Tha selama ini.
"Jadi
begini, Tha punya penyakit kanker darah, mungkin kalian tidak tau
tentang ini, Tha memang menyembunyikan semua dari kalian. Dan tha
memberi surat kepada kalian berdua ini surat dari tha buat jia dan buat
Gladis, kalian bisa membacanya"
Tiba-tiba dokter menemui ibunya Tha. Kabar buruk pun melanda...
" Maaf bu, Tha tidak bisa diselamatkan"
Ibu pun menangis dipelukan Jia dan Gladis. Jia dan Gladis pun merasa sedih kehilangan sahabat yang mereka cintai.
" Ibu sabar ya, semoga Tha diterima dihadapan Allah" Ucap Gladis
" Iya Gladis ... Terimakasih"
" Iya ibu yang sabar, " Ucap Jia.
" Gladis kamu ikut ibu dulu ya, ada yang mau ibu katakan pada kamu"
" Oh iya bu, Jia pulang dulu ya?. nanti Jia kesini lagi"
" Baiklah Jia, kamu hati-hati"
Mereka berbicara disebuah taman, dengan sangat serius.
"
Gladis, Tha kemarin berbicara pada ibu, dia kalau sudah meninggal ingin
memberikan matanya kepadamu, yaitu sahabat yang sangat baik kepada Tha.
Tha ingin kamu melanjutkan taman tuna netranya. sebenarnya ibu tidak
sanggup mengatakan ini dan ibu sempat marah pada Tha. tapi ini
permintaaan terakhir Tha" Dengan menangis.
" tapi bu... " (dengan bicaranya yang terpotong)
" Tidak apa-apa Gladis, Kamu adalah anak yang baik, ibu sangat kagum dengan kamu, begitu pun dengan Tha"
" Bu, apa ibu tidak keberatan?"
" Tidak apa-apa gladis, mungkin dengan itu ibu dapat mengurangi rasa rindu ibu kepada Tha."
" terimakasih bu, saya akan merawat pemberian Tha, dan saya akan melanjutkan taman tuna netranya"
"terimakasih Nak"
Saat
itu pun Gladis dioperasi matanya. Sungguh pengorbanan yang besar untuk
Tha. Dan operasi itupun berhasil. Jia juga senang melihat Gladis
sekarang bisa melihat. Dan pada hari itu juga Tha dimakamkan...
Gladis,Jia,dan keluarga Tha ke pemakaman. Mereka menangis atas
kehilangan Tha.
" Bu, saya ingin sekali melihat wajahnya Tha, karena dari awal saya tidak bisa melihat wajahnya"
" Ini fotonya Tha "
" Tha cantik sekali bu, jadi ini sahabatku..." Sambil menangis mengusap air matanya.
"
Jaga dan rawat baik-baik mata ini yang diberikan oleh Tha, ini tanda
bahwa dia sangat menyayangimu Gladis, ibu harap kalian bisa meneruskan
taman tuna netra dengan baik"
" Iya ibu" Serempak Jia dan Gladis
Jia
dan Gladis pun berbicara didekat taman, mereka saling membuka surat
yang diberikan oleh Tha. Surat itu sangat sederhana dengan tulisan:
"
Jia dan Gladis terimakasih atas perhatian kalian,maaf kalau aku
menyembunyikan penyakitku, aku tak ingin membuat kalian sedih atau
kecewa padaku. terimakasih kalian mau menjadi sahabatku, tak ada yang
menggantikan kalian, kejahilan kalian, tawa dan sedih akan aku ingat.
Untuk Jia tetaplah menjadi yang terbaik, jangan pernah nyerah. dan untuk
Gladis aku memberikan mataku untukmu, semoga kamu dapat merawatnya
dengan baik, dengan ini aku menyayangi kamu Gladis, mungkin kamu baru
menjadi sahabatku, tapi kamulah yang membuatku semangat akan arti hidup,
terus bimbing anak-anak tuna netra, buat dia semangat belajar,
Terimakasih buat kalian..."
Your Best Friend
Tha
Karya:
CATUR SURYA WASKITOWATI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar