**Obat Maag**
Kata-kata itu yang aku dengar dari mama. Sekarang aku kelas 8 SMP. Saat kelas 8 SMP ini aku sangat amat merasa malu, bahkan kalau disekolah akupun kalau disuruh maju, ketakutan dan malu. Ternyata karakterku adalah pemalu . Sebenarnya aku juga tidak ingin jadi anak yang pemalu tapi ngak apa-apa lah, namanya juga karakter. Yap, hari ini aku senang banget karena liburan sekolah sehabis ulangan semesteran. Siapa coba murid yang ngak seneng?. Pasti seneng semua apalagi kalau liburnya 2 minggu. Aku dan keluargaku pergi ke Yogyakarta, tepatnya daerah Pakem. itu rumahnya Om aku. Dikeluargaku jika hari libur atau lebaran pasti kumpul-kumpul, seneng banget pokoknya. Malam itu aku membereskan pakaianku lalu aku taruh tas. Soalnya besoknya aku dan keluargaku harus siap-siap pergi ke Yogyakarta. Nah, pas hari H nya itu aku maag aku kambuh. Sumpah ya rasanya ngak enak banget. diperjalanan itu mules-mules ngak jelas gitu.
"Mah, perutku sakit kok, maagku kambuh" sambil merengek di mobil.
"Nih, minum obat ini ya" dengan menyodorkan obat itu.
***
Sesampainya di Yogyakarta, ketemu sama Omku yang jadi POLRI di jakarta. Hmm, Kangen banget sama Omku. kebetulan disana emang acaranya lumayan besar, ada acara menyanyi juga, makan-makan, dan lain lain. Masih teringat dengan kata mamaku "Ayo Nak, tidak usah malu, maju". Kira-kira apa yang kalian fikirkan dengan kata-kata itu?. Hmm... Bagaimana tidak saat itu aku disuruh mamaku maju kedepan nyanyi. Aduh rasanya gimana gitu kan aku juga lagi sakit Maag kok malah disuruh nyanyi.
"Ngak ya Ma, lagi sakit perutku." dengan wajah memelas belas kasian.
"Ayo, ngak usah malu, sama keluarganya sendiri juga, biasanya kamu juga nyanyi lomba ngak malu kok" Pujian mama.
"Ngak mau Ma." Aku masih saja mengelak.
Lalu Mama, tiba-tiba memegang tanganku dan mengeretku untuk maju dan menyanyi. Saat itu aku sedang duduk. Ya sudah aku maju, demi Mama. Rasanya itu perut tambah mules dan sakit ngak jelas. Bayangin orang kalau nyanyi sakit perut suaranya gimana?. Kalau nyanyi kan pakai diafrgma (suara perut). Lha kalau aku nyanyi pas perutku sakit bukannya merdu malah bunyinya krucuk-krucuk. Dengan PD-nya aku menyanyikan lagu Fatin - Aku memilih Setia. Dan lebih parahnya lagi, aku takut kalau salah lirik. Udah malu, sakit perut, salah lirik, memalukan. Tapi syukurlah Allah masih dan sangat menyayangiku aku bisa menyanyi dengan plong tanpa salah lirik sedikitpun. Ayahku yang sedang berbicara dengan Omku diluar tiba-tiba langsung duduk ditempatnya dengan berlarian sangat kencang karena tau itu suara anaknya yang sedang menyanyi. Tambah lagi nerveosku Ayah datang dan melihatku. Aduh, jangan sampai konsenku pecah dan buyar. Bisa memalukan ini.
***
Akhirnya aku selesai menyanyi, semuanya pada keplok-keplok bertepuk tangan. termasuk ayah dan mamaku. Paling heboh itu mereka, sumpah hebohnya bukan main. sampai ayah berkata padaku
"Ayo Dek, duet sama Ayah" dengan tersenyum sambil mencubit pipiku yang lumayan tembem
Aku hanya sekedar tertawa. melihat kedua orang tuaku tersenyum dan bangga padaku adalah nilai plus buat aku "Ya Allah, terimakasih Engkau telah mengukir senyuman yang indah pada mereka" didalam hati aku berucap. Setidaknya aku bisa dan sanggup membuat orang tuaku bahagia, itu tujuanku saat ini. Akupun kembali ketempat dudukku. Tak disangka, perutku yang sakit maag tiba-tiba sembuh seketika. Wah, Abracadabra atau bimsalabim. Akhirnya sembuh juga maagku ini, tidak usah kedokter langsung sembuh sehabis nyanyi mungkin berkat Allah juga Alhamdullilah. Entah itu kasarinasi eh salah halusinasi, tapi syukurnya maagku sembuh. Rasanya seneng banget entah kenapa kok ada efeknya nyanyi. mungkin nyanyi itu menghiburku jadi sakitnya ngak terasa. Pokoknya seneng bangetlah... Menyanyi adalah bagian hidupku, dia tak berupa dan tak berwujud namun dia selalu mendampingiku dan selalu ada didalam jiwa dan tubuhku. Dia yang aku punya sekarang dan selamanya. Aku harus menjaganya...
TAMAT
Karya : Catur Surya Waskitowati.
0 komentar:
Posting Komentar