FATAMORGANA
OLEH: CATUR SURYA WASKITOWATI
saudara, tapi berkat kehadiran Tika yang kini menjadi sahabatku dia melengkapi aku. Kadang-kadang dia selalu menginap dirumahku. Kami bisa dibilang adalah anak dari orang yang berpendapatan tinggi. Kami berdua selalu dituruti apapun oleh Ayah kita masing-masing. Tapi meskipun kita selalu dituruti kami tidak seenaknya, kami juga selalu berprestasi disekolah. Itu bukti bahwa kita bukan anak yang manja.
***
Mentari
telah memunculkan sinarnya. Hari ini adalah hari libur, senang sekali. Aku
terduduk di meja belajarku. Sambil
membuka laptopku. Aku membuka artikel-artikel. Aku suka sekali membuka
artikel tentang sahabat sejati. Mungkin
aku dengan Tika, sudah menjadi sahabat tapi belum sejati. Aku membaca Artikel
tersebut bacaannya sungguh menarik. Dan selain aku suka membaca artikel aku
juga sering membaca cerpen tentang persahabatan. Entah kenapa aku sangat bangga
mempunyai sahabat seperti Tika Alumsari. Ya, itu nama panjangnya. Nama yang
indah untuk wajahnya yang cantik. Sambil aku membaca artikel tiba-tiba ada yang
mengedor-gedor pintuku.
‘’Tia,
ini aku Tika bukakan pintunya ya?”dengan mencerit didepan pintu
“Oh iya
Tika, sebentar ya”dengan berlarian menuju pintu
“Tia aku
kangen banget sama kamu” sambil memeluk Tia.
“Iya Tik,
aku juga kok” dengan membalas pelukan Tika.
Tiba-tiba
handphoneku berdering. Dan aku membuka smsnya ternyata sms itu dari ibuku yang
berisi
Tia, Ayah sekarang dirumah sakit.
Kamu kerumah sakit mawar sekarang.
Akupun
kaget, lalu aku menunjukkan smsku kepada Tika. Aku menangis di pelukan Tika.
Lalu aku dan Tika pergi kerumah sakit. Tibanya aku dirumah sakit. Aku bertanya
pada ibuku
‘’Ada apa
dengan Ayah? ‘’ dengan wajahku sangat sedih dan mataku yang membengkak.
‘’Ayahmu
sakit jantung kronis. Dan sekarang Ayah harus dirawat dirumahsakit’’
Ya Tuhan,
kenapa jadi seperti ini. Ayahku sekarang sakit. Dan kabarnya perusahaan Ayahku
juga akan bangkrut. Bagaimana dengan pengobatan Ayahku nanti?. Oh Tuhan kenapa
seperti ini?. Aku bercerita pada Tika tentang semua hal. Yaitu ayahku yang
sedang sakit jantung kronis dan perusahaan Ayah yang akan bangkrut Tika hanya
berkata ‘’Sabar Tia’’. Aku memang sering dan selalu curhat padanya. Apapun itu.
Akupun disuruh ibu pulang kerumah dan ibu menjaga Ayah dirumah sakit. Aku
sebenarnya tidak mau, ibu mempunyai alasan kenapa aku disuruh pulang. Ya karena
keesokan harinya aku sekolah. Tika mengantarkanku pulang. Tika juga menawarkan
dirinya untuk tinggal dirumahku
‘’Aku tinggal dirumahmu ya Tia, kamu kan
sendirian’’.
‘’Aku
ngak apa-apa kok, aku juga udah biasa sendirian. Kamu ngak usah khawatir Tik’’
‘’Iya
udah kalau begitu’’
***
Aku masuk
kamar, dan mengunci kamarku. Aku sangat rindu belaian ayah hari ini. Akupun
membuka laptop. Seperti biasa untuk menghibur rasa sedihku. Aku membaca artikel
tentang sahabat sejati. Kali ini beda sekai topiknya. Artikel yang mengatakan sahabatku kini tinggal dusta. Aku
membaca artikelnya. Artikel itu sungguh tak aku duga sebelumnya. Dan disuatu
komentar aku berkomentar : tidak ada
sahabat yang memberi dusta. Menurutku
sahabat adalah keluarga kedua yang sangat aku percaya. Aku banyak berfikir
tentang artikel itu. Kenapa artikel itu harus ada?. Entah kenapa aku jadi benci
melihat artikel persahabatan itu. Yang menunjukkan bahwa sahabat itu dusta dan
khianat. Akupun langsung tertidur. Berharap aku memimpikan ayah.
Pagi ini
tak seperti biasanya. Aku sangat merasa sedih dan terpuruk. Aku tau sekarang
perusahaan ayah bangkrut. Yang aku fikirkan bukan takut kehilangan perusahaan
ayah . tapi aku takut kehilangan ayah. Ayah berharga bagiku, lebih dari apapun.
Sesampainya aku disekolah. Ada yang berbeda dengan Tika. Dan tak seperti
biasanya. Dia sekarang menjauh dari aku. Padahal tadi malam dia sangat duka
melihatku jatuh seperti ini. Aku hanya berfikir paling Tika sedang badmood pagi
ini. Akupun mencoba untuk diam dengan Tika. Seperti biasa jika dia sedang galau
aku mencoba untuk diam membiarkannya. Bukannya aku tak ingin menghiburnya. Tapi
kelihataanya dia tak butuh hiburanku saat ini. Dia tau akupun sedang sedih
***
Bel
istirahat sudah berbunyi. Aku mengajak Tika makan dikantin
‘’Tik,
ayo makan kekantin!’’
‘’Ngak ah
Tia, aku lagi malas. Kamu aja ya’’
‘’ya
sudah’’
Dikantin
aku mencoba untuk berbicara pada teman sebangkunya Tika namanya Alma.
‘’Al,
Tika kenapa yak ok gitu kamu tau ngak dia kenapa ‘’
‘’Aku
ngak tau deh, kayaknya’’
‘’Kok
kayaknya… kamu pasti tau kan…’’
‘’Aku mau
tanya dulu. Katanya perusahaan Ayahmu bangkrut….terus kamu sekarang tinggal
dimana….’’
‘’Aku
masih tinggal dirumahku, tapi minggu besok. Aku dititipkan di nenekku, Tika
cerita soal itu ya….’’
‘’Iya.
Tika badmood gara-gara itu. Sekarang kan kamu kalau diajak shopping ngak bisa
karena yaa begitulah, katanya si Tika sih’’
‘’Masa
iya dia bilang gitu sama kamu… ‘’
‘’Iya,
masa aku bohong sama kamu sih Tia. Ngak ada untungnya buat aku. Ya kalian kan
udah sahabatan semenjak SD. Ya kalian juga sering jalan-jalan bareng, shopping
bareng. Pokoknya kalian keturutan deh. Dan katanya ayahmu sakit ya?. Semoga
ayahmu cepat sembuh ya Tia’’
‘’Iya
makasih’’ dengan sedih. Aku kecewa sangat kecewa pada Tika. Dia tak seperti
menerimaku sebagai sahabat lagi Cuma karena aku tak sekaya dulu, dan sederajat
dia. Kenapa dia begitu tega? Dia tak seperti Tika yang aku kenal sebelumnya.
Mana Tika Alumsari yang dulunya polos, baik, dan ngak pernah membicarakan aku
dibelakang. Seperti tadi. Pantas saja
dia menjauh dari aku. Karena sekarang aku miskin. Pulang sekolah kali ini tak
biasa aku dengan Tika saling cuek seperti tidak kenal satu sama lain. Tika…
kamu berubah sekarang. Kamu bukan Tika.
***
Sesampainya
aku dirumah aku merasa sedih dan sangat sedih. Aku membuka laptopku lagi aku
melihat artikel yang berjudul ‘’Sahabat sejati itu fatamorgana’’. Aku tak dapat
mencerna artikel itu. Apa yang dimaksud artikel itu?. Apakah sama halnya dengan
keaadanku sekarang dengan Tika. Lalu handphoneku bedering ternyata ada SMS dari
Tika.
Maafkan aku Tia, aku bukan
sahabat sejatimu. Sahabat yang baik sepertimu. Jujur selama kita masuk SMP. Aku
banyak sekali iri padamu, kamu pintar, cantik, dan mempunyai bakat tak
sepertiku. Sekarang aku bukan Tika yang polos. Sekarang mungkin aku tau aku
lebih kurang darimu. Maafkan aku Tia. Aku tak bisa menjadi sahabatmu lagi.
Lalu aku
membalas pesannya:
Tika, aku
tau.. itu bukan alasan kamu, kamu tau sekarang aku tak seperti dulu. Sekarang aku
berbeda. Aku tak bisa jalan-jalan denganmu. Sekarang aku sederhana bahkan jauh
dari kehidupanmu. Entah, apa yang kamu fikirkan Tika hingga masalah sekecil itu
kamu rela melepaskan persahabatan kita yang telah bertahun-tahun kita lewati. Bukan
waktu yang mudah untuk kita lewati Tika. Aku juga bukan sahabat yang baik
untukmu.
Setelah itu
Tika sudah tak membalas sms dari aku. Ternyata dia melepaskan persahabatan kita
yang sudah 9 tahun kita bangun hanya 2 permasalahan. Dia iri padaku dan aku
yang saat ini miskin tak seperti dulu. Harusnya aku yang iri padanya. Dia saat
ini lebih dari aku. Tapi rasa iriku tak melebihi rasa sayangku pada
persahabatan ini. Hingga saat perpisahan di SMP kita tidak bertemu apalagi
bertegur sapa. Mungkin akhir sekolah juga akhir pesahabatan kita. Jujur aku
kecewa dengan sikap Tika. Jika waktu dapat berputar. Aku ingin menjadi Tia dan
aku ingin dia menjadi Tika yang polos dan lugu seperti kita SD dulu. Aku
membaca artikel bukankah sahabat itu tak memandang harta dan tahta maupun rasa
iri ataupun dengki. Dia menyimpan rasa keirian padaku selama 3 tahun tepatnya
saat SMP. Bahkan sekarang aku tau. Tentang artikel yang menyebutkan sahabat
sejati itu fatamorgana. Memang benar, aku percaya. Sebaik apapun sahabat kita,
pasti ada rasa sedikit ketidak sukaan pada kita. Namanya juga manusia. Mereka punya
rasa dengki bahkan iri. Itu sudah wajar dalam kehidupan. Lebih kecewanya lagi
selama 3 tahun itu segala kebaikannya ternyata menyimpan suatu kedengkian
padaku. Tak apa! Aku sudah puas dengan kejujurannya. Yang terpenting aku tidak
pernah membencinya. Dia tetap menjadi sahabatku tapi bukan sejati. Karena sahabat
sejati hanyalah fatamorgana dalam kehidupan, yang hanya sekedar bayangan semu yang menjelma di sahara, jika kita dekat bayangan itu akan hilang dan bertambah pudar.
TAMAT.

0 komentar:
Posting Komentar